Lewati ke konten utama

Sejarah PGRI

Perjalanan guru Indonesia dari Persatuan Guru Hindia Belanda tahun 1912 hingga menjadi organisasi profesi guru nasional.

Sejarah PGRI adalah sejarah guru Indonesia yang memilih bersatu. Dari organisasi guru pribumi di masa kolonial hingga organisasi profesi nasional, perjalanan ini selalu berpijak pada satu keyakinan: pendidikan adalah jalan menuju martabat bangsa.

  1. 1912

    Persatuan Guru Hindia Belanda

    Guru-guru pribumi mendirikan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Anggotanya guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah yang memperjuangkan persamaan hak dan kedudukan dengan guru Belanda.

  2. 1932

    Menjadi Persatuan Guru Indonesia

    PGHB berganti nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pemakaian kata Indonesia, yang tidak disukai pemerintah kolonial, menegaskan semangat kebangsaan para guru.

  3. 1942

    Masa pendudukan Jepang

    Kegiatan organisasi guru terhenti karena pemerintah pendudukan melarang aktivitas perkumpulan. Semangat persatuan guru tetap terjaga hingga kemerdekaan.

  4. 1945

    Kongres Guru Indonesia di Surakarta

    Pada 23–25 November 1945, guru dari berbagai organisasi meleburkan diri dan mendirikan Persatuan Guru Republik Indonesia pada 25 November 1945, seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan.

  5. 1994

    Hari Guru Nasional

    Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan 25 November, hari lahir PGRI, sebagai Hari Guru Nasional.

  6. 2005

    Undang-Undang Guru dan Dosen

    Terbitnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan guru sebagai tenaga profesional, sejalan dengan perjuangan panjang organisasi guru.

Kini PGRI terus bergerak di tengah transformasi pendidikan: memperkuat kompetensi guru, memperjuangkan perlindungan profesi, dan menjaga semangat persatuan yang diwariskan sejak 1912.